Pentingnya Menghargai Diri Sendiri dan Orang Lain

Manusia melampaui batas saat merasa cukup; kenali diri, syukuri nikmat, dan bangun peradaban

Sejak awal, Nabi Saw mengajarkan kita untuk senantiasa menghargai diri. Beliau mengajak umatnya untuk pandai menempatkan diri dalam setiap waktu.

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

Tanda baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan hal yang tiada bermanfaat baginya. (HR. Tirmidzi).

Bukan hanya menghargai diri sendiri, manusia juga harus menghargai dan berbuat baik kepada sesamanya. Karena itu manusia dilarang untuk berbuat kerusakan di muka bumi. Baik tindakan yang bisa merusak kehormatan dan keselamatan diri maupun pihak lain.

Baca juga: Tanbih dan Prinsip Hak Asasi Manusia

وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ

berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (Surah Al-Qasas: 77).

Dalam tanbih ditegaskan, hendaklah segenap murid-murid bertindak teliti dalam segala jalan yang ditempuh, guna kebaikan dlohir-bathin, dunia maupun akhirat, supaya hati tenteram, jasad nyaman, jangan sekali-kali timbul persengketaan, tidak lain tujuannya “Budi Utama-Jasmani Sempurna” (Cageur-Bageur). []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi