Pentingnya Edukasi dan Sertifikasi Nazhir Wakaf

Wakaf itu penting tapi siapa yang mengelola wakaf itu (the man behind the gun)

Baik wakif maupun nazhir, kata Komisioner BWI itu, bisa perorangan, badan hukum, atau pun organisasi. Jika wakif boleh non muslim, maka nazhir harus muslim. Karena harus mengurus aset wakaf secara syariah.

“Wakaf ada yang sifatnya muabbad (selamanya) seperti wakaf tanah, dan ada yang sifatnya muaqqat (temporer). Yang sifatnya bisa temporary misalnya wakaf uang 1 miliar selama dua tahun, dan dikembalikan pokoknya,” imbuhnya.

Baca juga: 6 Strategi Optimalisasi Wakaf Melalui Media Sosial

Harta benda wakaf dibagi dalam dua kelompok besar. Pertama harta benda wakaf bergerak seperti uang. Kedua harta benda wakaf tidak bergerak seperti tanah dan bangunan.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Wakaf Indonesia (LSP-BWI) itu mengatakan nazhir harus bisa bedakan antara wakaf tanah dengan wakaf manfaat tanah atau wakaf bangunan atau wakaf manfaat bangunan. Artinya siapapun bisa berwakaf.

Wakaf ada yang sifatnya sosial dan wakaf produktif. Dan manfaat wakaf bisa dirasakan oleh tiga kelompok.

Baca juga: Wakaf Wujud Persaudaraan Kemanusiaan

Pertama, wakaf ahli, manfaat wakaf untuk keluarga wakif. Kedua, wakaf khairi, manfaatnya untuk amal kebajikan. Ketiga, wakaf musytarak, manfaatnya sebagian untuk keluarga wakif dan sebagian untuk kebajikan. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi