Pendidikan Anak Dimulai dari Memilih Calon Ibu dan Ayah

Dalam Islam, pendidikan akhlak kepada anak sejatinya sudah dimulai sejak pemilihan calon ayah dan ibu yang akan menjadi madrasah bagi anak serta role model kehidupannya.

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ ؛ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Dinikahi perempuan itu karena empat hal, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya, maka pertahankan perempuan karena agamanya, agar kamu beruntung.

Kiai Faqin Abdul Qadir dalam kitab Manba’us Sa’adah menjelaskan, bahwa hadis ini dilihat secara setara baik untuk calon suami maupun calon istri. Kemudian mengunggulkan kualitas agama artinya memilih calon yang memiliki akhlak yang baik. Sehingga ia terhindar dari kehidupan pasangan yang buruk dan senantiasa dekat dengan kebaikan sepanjang hidup.

Baca juga: Pentingnya Pendidikan Akhlak Sejak Dini

Hadis, ini kata, Imam Nawawi merupaka anjuran untuk senantiasa bergaul dengan ahli agama (yang akhlaknya baik) dalam semua aspek. Karena dengan begitu kita akan akan mendapatkan manfaat dari akhlaknya, keberkahannya, kebaikan jalan hidupnya serta aman dari potensi keburukan dan kerusakan darinya.

الحث على مصاحبة أهل الدين في كل شيء ؛ لأن صاحبهم يستفيد من أخلاقهم وبركتهم وحسن طرائقهم ويأمن المفسدة من جهتهم .

Anak ibarat kertas putih yang masih kosong dan bersih, orang tua yang akan menggoreskan tulisan atau warna pada kertas itu. Bisa berupa kebaikan atau keburukan. Yang jelas, anak mudah sekali meniru apa yang dilihat, dan didengarnya.

Rekomendasi