Pangkal dan Cita-Cita Tasawuf Menurut Abah Anom

Praktek al Qur’an yang sesungguhnya ialah dengan meneladani akhlak beliau Saw

Sehingga beliau sangat tepat sekali menjadi teladan bagi umat manusia seluruhnya.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (Al Ahzab: 21).

Baca juga: Abah Anom Kebajikan yang Timbul dari Kesucian

Maka wajar kemudian, Abah Anom menyatakan bahwa akhlak Rasul itulah titik bertolak dan garis perhentian cita-cita tasawuf Islam.

Dalam kitab Haqaiq ‘an At Tasawuf karya Syekh Abdul Qadir Isa mengutip sebagian ulama sufi juga selaras mengatakan bahwa,

التصوف كله أخلاق، فمن زاد عليك بالأخلاق، زاد عليك بالتصوف

“tasawuf itu keseluruhannya adalah akhlak. Siapa yang bertambah akhlaknya, maka bertambah pula baginya tasawuf.”

Dengan demikian, tujuan tasawuf tidak lain ialah berakhlak sebagaimana diteladankan Rasulullah Saw. Karena memang sejak awal Nabi hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak dan itu selaras dengan apa yang menjadi cita-cita tasawuf.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi