Pangersa Abah Anom Bagikan Tips Agar Bisa Perbanyak Ibadah
Ibadah karena syukur, bukan beban; teladani Nabi Saw dan pesan Abah Anom dengan hati senang
Dari sini, kita dapat berkata bahwa saat mendapat nikmat, seseorang wajib bersyukur sekaligus bersabar. Syukurnya sudah jelas karena mendapat nikmat, sedangkan sabarnya ialah dari melakukan maksiat.
Sama halnya, ketika mendapat ujian wajib bersabar sekaligus bersyukur. Sabarnya sudah jelas karena mendapat cobaan, adapun syukurnya ialah dengan tetap memenuhi hak Allah (melaksanakan kewajiban). Bersyukur dan bersabat tidak dapat dipisahkan.
Nabi Muhammad Saw, ialah hamba Allah yang paling bersyukur. Dalam hadis tersebut, jelas bahwa disyariatkannya shalat salah satunya untuk bersyukur kepada Allah Swt, syukur diaplikasikan melalui perbuatan sebagaimana diucapkan secara lisan.
Dalam Fathul Bari’ Syarah Shahih Bukhari, Al Qurthubi mengatakan bahwa dalam hadis tersebut, ada orang bertanya pada nabi mengapa sampai demikian dalam beribadah. Dia menyangka bahwa beribadah itu karena takut akan dosa dan demi memperoleh ampunan dan rahmat. Sehingga ketika sudah tahu diampuni maka dia mengira untuk apa lagi memperbanyak ibadah.
Maka Nabi Saw dalam riwayat tersebut mengajarkan thariqah dalam beribadah, yakni bahwa ibadah itu karena bersyukur atas maghfirah dan aneka nikmat yang Allah limpahkan. Maka memperbanyak ibadah itu lantaran bersyukur kepada Allah Swt.
Baca juga: Di Balik Amanat Pangersa Abah Anom
Syukur itu adalah mengakui akan nikmat yang Allah berikan dan menggunakan kenikmatan sesuai tujuan penciptaan demi menghamba kepada Allah Swt. Maka ketika dia banyak bersyukur dinamai syakur. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Saba ayat 13.
Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

