Ngaji Al Hikam, Bagaimana Bersandar Yang Benar

Tanpa disertai thariqah, maka kitab Al Hikam hanya sebatas kata-kata

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ وَيَخْتَارُ ۗمَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۗسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (Al Qashas: 68)

Maka tidak boleh bagi seorang murid menyandarkan kepada usahanya, kekuatannya, dan kemampuannya. Karena dia bisa melakukan berbagai amal ibadah itu karena taufik, anugerah dan hidayah dari Allah.

Baca juga: Penting Kenali Bedanya Antara Harapan dan Angan-angan

Penerima ijazah talqin dalam thariqah Shiddiqiyah Syadziliyah ini menyebutkan bahwa orang yang bersandar kepada Allah itu ketika mendapat kesenangan dan berbagai anugerah dia tidak akan takjub dengan amal yang ia lakukan. Begitu pula ketika ekpektasinya tidak sesuai dia akan biasa-biasa saja, tidak kecewa.

Karena itu, Gus Nafis mewanti-wanti, “jangan sampai engkau merasa kalau bukan karena saya, maka akan…kalau saya gak sedekah kamu gak akan makan. Karena itu penyakit hati yang menunjukan dia tidak ikhlas.”

Al I’timad atau bersandar itu, tambahnya, dibagi menjadi 4 macam. Pertama, i’timad terhadap diri (mengandalkan kemampuan diri). I’timad macam ini adalah tanda celaka dan nestapa. Kedua, i’timad terhadap amal, ini adalah ciri golongan orang yang bodoh dan lalai (jahilin wal ghafilin). Ketiga, i’timad terhadap karamah dan ahwal, ini adalah ciri dia belum ber-suhbah (berguru) dengan mursyid. Keempat, i’timad kepada Allah. Ini adalah ciri golongan ‘arifin (orang-orang yang ma’rifat kepada Allah) dan muwahhidin (orang-orang yang bertauhid). []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi