Nabi Ibrahim, Teladan Keimanan Yang Paripurna

Nabi Ibrahim As digambarkan sebagai nabi intelektual yang memiliki kecerdasan tinggi

Memang, “Hidup yang tanpa kepercayaan sama sekali adalah suatu kemustahilan. Karena ketidak percayaan yang sempurna justru merupakan kepercayaan yang sangat sempurna. Orang yang sedang ragu, dengan keraguan yang seragu-ragunya, justru adalah orang yang sedang sangat percaya bahwa ia sedang ragu. Namun, suatu kepercayaan, selain dianut sebagai suatu keyakinan yang tak terhindarkan, pada saat yang bersamaan pun harus merupakan suatu kebenaran. Karena mempercayai sesuatu yang tidak benar, atau mempercayai sesuatu dengan cara yang tidak benar, selain merupakan suatu kekeliruan yang memalukan juga akan menimbulkan akibat buruk.”

Allah Swt sangat kuat menganjurkan umat manusia untuk bersikap kritis dan memaksimalkan penggunaan intelektual:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu miliki pengetahuannya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya. (QS al-Isra, 17:36).

Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu lakukan shalat, jika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu mengerti apa yang kamu ucapkan… (QS an-Nisa, 4:43).

Baca juga: Makna Kalimat Tauhid Secara Syariat, Tarekat dan Hakikat

Ibadah, selain harus dilakukan dengan ikhlas, juga harus dilakukan dengan cerdas. Bukan berarti iman (kepercayaan, keyakinan) itu tidak penting. Tetapi yang Allah Swt inginkan adalah iman yang didasari oleh ilmu, keyakinan yang didasari oleh pengetahuan, bukan iman yang asalan dan ikut-ikutan.

Pikir dan Dzikir yang Mengarah Pada Keimanan

Ibrahim berkata kepada ayahnya, Âzār: “Akankah engkau jadikan patung-patung sebagai tuhan? Sungguh aku melihat engkau dan kaummu berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS al-An’am, 6:074).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi