Nabi Ibrahim, Teladan Keimanan Yang Paripurna
Nabi Ibrahim As digambarkan sebagai nabi intelektual yang memiliki kecerdasan tinggi
Ibrahim: “Lalu mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?”
“Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?”
Sebagian mereka berkata: “Bakar saja dia, ayo bela tuhan-tuhan kita, jika benar kalian mau bertindak.”
Allah berfirman: “Hai api, jadilah kamu dingin dan damai bagi Ibrahim.”
“Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, tetapi Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.” (QS al-Anbiya’, 21:56-70).
Baca juga: Lima Dampak Kalimat Tauhid bagi Kehidupan
Tiga Pembuktian Nabi Ibrahim
Ada tiga pembuktian yang dihadapkan kepada kaum Nabi Ibrahim As. Pertama, pembuktian rasional induktif, dengan pertanyaan dan uraian-uraian yang logis, disimpulkan bahwa berhala-berhala tidak layak untuk dipertuhankan.
Kedua, pembuktian empirikal deduktif, pembuktian dengan menghancurkan patung-patung berhala, terbuktilah betapa patung-patung itu tidak berdaya apa-apa.
Ketiga, pembuktian mistikal (miraculous, mukjizat), ketika Allah Swt menyelamatkan Nabi Ibrahim As dari kehancuran saat dibakar, semestinya kaumnya menyadari, kalaulah Nabi Ibrahim As adalah orang yang durhaka kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, mengapa Tuhan justru berpihak dan melindungi beliau?
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

