Mengenal Sifat Wajib, Mustahil dan Jaiz bagi Allah Swt
Orang yang menempuh perjalanan menuju Allah tidak akan sampai tanpa adanya ilmu
Tujuan diciptakannya jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Swt. Demikian pula para Rasul diutus untuk berdakwah mengajak orang-orang untuk beribadah pada-Nya.
Dan dalam ibadah itu mengandung ma’rifah dan mahabbah kepada Allah serta kita kembali pada Allah dan berpaling dari selain-Nya.
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. [Surah Adh-Dhāriyāt: 56]
Dalam tafsir As Sa’di disebutkan
Sungguh sempurnanya ibadah tergantung ma’rifat (kenal) nya kepada Allah, tatkala seorang hamba bertambah ma’rifatnya kepada Tuhannya maka ibadahnya semakin sempurna.
Dari sini, ma’rifatullah wajib bagi setiap orang yang berakal dan mukallaf. Bagaimana kita bisa menyembah Allah jika tak mengenal yang kita sembah? Sebagaimana kata sebagian ulama ketika menafsirkan kata liya’budun (untuk menyembah kepada-Ku) maknanya adalah liya’rifun (untuk mengenal-Ku).
Baca juga: Urgensi Bertasawuf Menurut Syekh Abdul Qadir Isa
Setiap mukallaf wajib mengetahui sifat yang wajib, yang mustahil dan jaiz bagi Allah. Secara umum, kita meyakini secara mantap tanpa keraguan bahwa Allah pasti bersifat dengan segala kesempurnaan yang layak bagi keagungan-Nya dan suci dari segala kekurangan.
Sifat yang wajib bagi Allah adalah sifat yang menunjukkan kesempurnaan-Nya. Sifat-sifat Allah tak terbatas, akan tetapi secara akal ulama ahlussunah wal jama’ah mazhab Asy’ariyah memilih dua puluh sifat yang wajib bagi Allah.
Karena ketiadaan dari salah satu dari dua puluh sifat itu akan menyiratkan kekurangan. Sifat dua puluh ini adalah sifat-sifat yang tidak mungkin tidak menyifati Allah. Sifat sifat ini juga dinyatakan berdasarkan dalil dalil naqli.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

