Mengenal Sifat Wajib, Mustahil dan Jaiz bagi Allah Swt
Orang yang menempuh perjalanan menuju Allah tidak akan sampai tanpa adanya ilmu
Wujud, maka mustahil Allah tidak ada. Qidam (wujud tanpa awal), maka mustahil wujudnya baru. Baqa’ (kekal tanpa akhir), mustahil Allah akan binasa. Mukhalafatuhu lilhawaditsi (berbeda dengan segala selain-Nya), mustahil Dia sama atau serupa dengan makhluk. Qiyamuhu binafsihi (Berdiri sendiri tidak membutuhkan apapun dan siapapun), mustahil Allah butuh pada selainnya. Wahdaniyah (Keesaan), mustahil ada sekutu bagi-Nya.
Baca juga: Alhamdulillah Maqam Fana Dalam al Quran
Allah juga memiliki sifat Qudrah (kekuasaan), Iradah (kehendak), ‘Ilmu (ilmu), Hayah (hidup), Sama’ (mendengar), Bashar (melihat), Kalam (berfirman), Qadirun (Yang Maha Kuasa), Muridun (Yang Maha Berkehendak), ‘Alimun (Yang Maha Mengetahui), Hayyun (Maha Hidup), Sami’un (Maha Mendengar), Bashirun (Maha Melihat), dan Mutakallimun (Maha Berfirman).
Semua sifat yang bertentangan dengan salah satu sifat yang dua puluh disebut dengan sifat yang mustahil bagi Allah. Dan kita meyakini secara mantap tanpa keraguan bahwa Allah mustahil bersifat dengan segala sifat kekurangan yang tidak layak bagi keagungan-Nya.
Adapun sifat yang Jaiz bagi-Nya, meyakini secara mantap tanpa keraguan bahwa Allah boleh saja melakukan atau meninggalkan segala hal yang bersifat jaiz (mumkin), seperti menghidupkan manusia dan mematikannya.
Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. [Surah Al-Qasas: 68]
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

