Menentukan Jumlah Dzikir Tertentu Bukan Bid’ah Yang Dilarang Agama
Dzikir sebagai ibadah yang luas, dan tidak dibatasi oleh hitungan, tempat dan waktu
Syekh Yusri menilai, bahwa menentukan bilangan sebuah dzikir bukanlah termasuk bid’ah yang dilarang oleh agama. Justru, menurutnya penentuan jumlah tertentu dalam dzikir bisa membantu kita istiqamah dalam menjalankannya. Sebagaimana yang dianjurkan oleh baginda Nabi Saw.
Amal yang paling dicintai Allah yaitu yang paling konsisten meskipun sedikit (HR. Muslim).
Kita tidak mampu konsisten dan istiqamah dalam berdzikir jika sebelumnya tidak mengetahui berapa bilangan dzikir yang dibaca. Jadi penetapan bilangan dalam berdzikir untuk membentuk konsistensi dalam melaksanakannya.
Baca juga: Mengapa Dzikir Jahr Membuat Bumi dan Langit Sampai Menangis
Atas dasar itu kemudian, para ulama tasawuf memberikan wirid dan dzikir kepada para muridnya dalam bilangan tertentu. Tujuannya agar para murid ini bisa istiqamah dalam menjalankannya dan tentu ada rahasia tertentu yang diketahui oleh ahli dzikir.
Misalnya dalam TQN Pontren Suryalaya setiap ba’da shalat fardhu dzikir jahri kalimat tauhid minimal 165 kali dengan kaifiatnya. Kemudian dzikir khafiy yang dilaksanakan tanpa terikat waktu dan tempat. Sebagaimana firman Allah Swt;
ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring (An-Nisa’: 103). []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

