Menentukan Jumlah Dzikir Tertentu Bukan Bid’ah Yang Dilarang Agama

Dzikir sebagai ibadah yang luas, dan tidak dibatasi oleh hitungan, tempat dan waktu

Hadis tersebut tidak bisa dipahami sebagai batasan bagi jumlah dzikir dan pada waktu tertentu. Sehingga siapa yang berdzikir melebihi bilangan tersebut dan di waktu tersebut dianggap keliru. Tidak, sekali lagi, tidak lah demikian.

Pasalnya, ayat di atas menyangkut dzikir sebanyak-banyaknya adalah perintah mutlak tanpa membatasi bilangan di dalam berdzikir kepada-Nya. Tidak menyebutkan jumlah bilangan atau pun waktu serta keadaannya.

Baca juga: Dzikir Bisa Mengusir dan Menindas Setan

Memang ada dzikir yang bilangannya disebut oleh Rasulullah Saw. Tapi itu bukan berarti melarang untuk memperbanyak dzikir. Nabi Saw dalam hal ini hanya memberikan contoh saja dalam sebuah bilangan sehingga kita mampu untuk melanggengkannya. Beliau juga tidak pernah melarang untuk menambahnya.

Justru beliau menjelaskan keutamaan orang yang memperbanyak dzikir, sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Abi Sa’id al Khudri;

سُئِلَ أَيُّ الْعِبَادِ أَفْضَلُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ؟ قَالَ : الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ

Nabi Saw ditanya, siapa hamba Allah yang paling utama derajatnya di sisi Allah pada hari kiamat? Nabi Saw menjawab: “mereka yang banyak berdzikir kepada Allah baik dari kaum lelaki maupun perempuan”. (HR. Tirmidzi).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi