Membangun Kultur Wirausaha Kaum Tarekat
Kaum tarekat diajak bangun kultur wirausaha sebagai jihad hadapi bonus demografi
Membangun kultur tidak bisa disandarkan hanya pada satu institusi. Semua pihak perlu terlibat, saling mendukung terbentuknya ekosistem wirausaha. Termasuk keluarga kaum tarekat.
Kultur dibangun sejak dini dengan mengenalkan dan membiasakan karakter-karakter wirausaha pada anak-anak kita. Contoh kecil adalah berani mengambil resiko, membangun relasi atas dasar saling percaya, berbagi dan kedermawanan.
Jika hal-hal itu digaungkan, dikenalkan dan diterapkan terus menerus dalam setiap keluarga dan forum-forum amaliah tarekat, akan membuat kaum tarekat menjadi bagian dari pemecah masalah keumatan atau problem solver. Akhirnya terbentuk masyarakat produktif yang kaya akan nilai, keyakinan, perilaku dan kemampuan yang menopang menjadi wirausaha.
Dengan amaliah dzikir Lā ilāha illā Allāh kaum tarekat selalu berupaya membersihkan dan menyerahkan diri secara total kepada Allah, menjadi orang yang merdeka, hanya bergantung kepada-Nya. Sudah seharusnya tidak ada lagi kekhawatiran, ketakutan untuk berjihad terlibat dalam membangun ekonomi bangsa.
Seperti pesan Pangersa Abah Sepuh dalam Tanbih, “Lebih baik buktikan kebajikan yang timbul dari kesucian.” []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

