Membangun Kultur Wirausaha Kaum Tarekat
Kaum tarekat diajak bangun kultur wirausaha sebagai jihad hadapi bonus demografi
Dulu, wirausaha dianggap memiliki masa depan yang tidak jelas. Orang berlomba-lomba menjadi karyawan, terutama menjadi pegawai negeri. Sebagian orang tua juga mendorong anaknya bisa bekerja di sebuah perusahaan besar, multinasional.
“Orang tua dulu banyak berharap mempunyai menantu seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penghasilan jelas, karir membentang, ada pensiun dan masa depan cerah,” demikian paradigma masa lalu.
Setelah beberapa dekade terjadi perubahan besar. Ketika kian banyaknya kisah sukses dan dampak sosial dari keberhasilan seorang wirausaha, muncul motivasi di antara masyarakat untuk memulai usaha. Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 dengan dukungan kemajuan teknologi infokom yang membuat segala sesuatu bisa lebih mudah dan cepat.
Generasi muda mengambil peran dominan. Mereka rela meninggalkan zona nyaman dari karyawan di sebuah perusahaan besar menjadi seorang wirausaha. Wirausaha telah memiliki citra positif di masyarakat
Kultur Wirausaha Kaum Tarekat
Wakil Talqin TQN Pontren Suryalaya KH. Wahfiudin Sakam mengatakan tingkat populasi manusia sudah sedemikian tinggi, urbanisasi sangat masif (65% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan yang padat), sementara teknologi produksi sudah mampu menawarkan apa saja barang yang dibutuhkan oleh manusia.
Sementara pada tahun 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

