Memaafkan Demi Kesehatan Mental Yang Lebih Baik

Melakukan pemaafan kepada orang lain lebih mudah diucapkan ketimbang dipraktikkan

Orang yang memaafkan adalah orang yang sadar dalam mengambil keputusan untuk memaafkan. Dia tidak merespon orang yang menzaliminya dengan balas dendam dan menanggapinya dengan perilaku buruk lainnya.

Orang yang enggan memaafkan biasanya selalu mengenang, mengingat, dan mengulang kenangan buruk orang lain. Terbayang akan kesalahan dan kezaliman orang lain, yang bila semakin diulang pengalaman buruk itu tidak lah menambah kebaikan, melainkan hanya menambah kadar sakit dan perasaan negatif.

وَجَزَٰٓؤُاْ سَيِّئَةٖ سَيِّئَةٞ مِّثۡلُهَاۖ فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. [Surah Ash-Shūrā: 40]

Perasaan negatif yang disimpan akibat tidak memaafkan itu akan mempengaruhi aktivitas dan produktivitas kita, membuat kita sulit untuk menikmati masa kini, karena terjebak di masa lalu, dan merebut atensi untuk melangkah dalam perencanaan masa depan yang lebih baik. Hal ini sebagaimana diisyaratkan dalam ayat berikut,

فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضٗاۖ

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; [Surah Al-Baqarah: 10].

Baca juga: Ramadhan Bulan Penguatan Persaudaraan

Sederhananya, orang yang memaafkan berarti sedang menghentikan kezaliman yang diperbuatnya sendiri. Dengan memaafkan, pikiran dan perasaan menjadi lebih positif. Diri menjadi lebih bebas dan leluasa karena tidak lagi terkungkung dalam dendam, amarah, kebencian, kekesalan dan kekecewaan. Singkatnya, tidaklah seseorang memaafkan kecuali kebaikannya akan kembali padanya, bukan untuk orang lain.

Bahkan Allah Swt menganjurkan agar siapa yang diperlukan tidak baik untuk menolaknya dengan cara dan perilaku yang lebih baik.

وَلَا تَسۡتَوِي ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُۚ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ

Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia. [Surah Fuṣṣilat: 34]


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi