Memaafkan Demi Kesehatan Mental Yang Lebih Baik

Melakukan pemaafan kepada orang lain lebih mudah diucapkan ketimbang dipraktikkan

Asal satu aspek kesehatan yang harus dipelihara adalah kesehatan mental. Mental yang sehat sangat diperlukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari secara sehat, bermanfaat dan produktif.

Islam sebagai ajaran agama yang bersifat komprehensif tentu memberi panduan bagaimana agar setiap individu bisa sehat secara mental. Salah satu ajarannya adalah bersedia memaafkan.

Bagi sebagian orang memaafkan atau melakukan pemaafan kepada orang lain lebih mudah diucapkan ketimbang dipraktikkan. Mulai dari perasaan benci, kesal, marah, kecewa, dongkol, hingga dendam tersimpan dalam emosi dan batin orang yang enggan memaafkan.

Memaafkan adalah perilakunya para nabi, para wali Allah, dan orang-orang shalih. Orang yang memaafkan bahkan akan selalu bertambah kemuliaannya.

وما زادَ اللَّهُ عَبْدًا بعَفْوٍ إلَّا عِزًّا

Tidaklah seorang hamba memberi maaf kecuali Allah menambah kemuliaannya. (HR. Muslim)

Baca juga: Pentingnya Mushafahah saat Idul Fithri Menurut Abah Anom

Orang yang hendak dan bersedia untuk memaafkan memang harus menyadari bahwa, perilaku memaafkan adalah tanda bahwa di hatinya masih berlimpah kasih sayang, bukan dipenuhi oleh benci.

ارْحَمُوا تُرْحَمُوا، وَاغْفِرُوا يَغْفِرِ اللَّهُ لَكُم

Berlaku kasih sayanglah, niscaya kamu disayangi, dan maafkanlah maka Allah mengampuni dosa kamu. (HR. Ahmad)

Atas berkat rahmat Allah lah seseorang mau memaafkan orang lain, sebab menyimpan kotoran dan kejelekan dalam qalbu semisal kemarahan, dendam, serta kebencian hanya akan memperkeruh pikiran dan perasaan diri sendiri, serta menghambat potensi yang Allah berikan.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
______
Rekomendasi