Mazhab, Cara Beragama Yang Bisa Dipertanggungjawabkan
Secara naqli, bermadzhab jelas bersumber dari dan bersandar kepada al-Quran dan Sunnah
Terkait persaudaraan (الأخوة), terdapat konsep persaudaraan antar sesama Muslim (أخوة إسلامية) dan juga pesaudaraan antar sesama warga negara (أخوة وطنية).
Kita memerlukan kebijaksanaan, kelapangan dada, kedalaman pengetahuan dan keluasan pengalaman untuk dapat menerima perbedaan yang ada di negara kita.
8. Pentingnya sanad dalam tradisi keilmuan dan peradaban Islam. Karena sanad (mata rantai keilmuan yang valid dan otoritatif) adalah sesuatu yang membedakan tradisi keilmuan agama Islam dengan yang lainnya.
Sanad juga adalah sebuah bentuk pertanggungjawaban ilmiah atas apa yang kita ucapkan, kita lakukan dan kita ajarkan dari ilmu-ilmu agama kita.
Sanad keilmuan ulama-ulama Al-Azhar di Mesir memiliki ketersambungan dan keterhubungan dengan ulama-ulama di Nusantara.
Baca juga: Tasawuf Wujud Akhlak Sahabat, Tabi’in dan Salafus Salih
Misalnya, sanad keilmuan Syekh Abdul Aziz al-Syahawi sebagai ulama Al-Azhar Mesir tersambung pula dengan sanad keilmuan Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari sang pendiri NU di Jawa dan TGKH. Zainuddin Abul Majid sang pendiri Nahdlatul Wathan di Lombok. Mereka dipertemukan melalui jalur Syekh Ibrahim al-Bajuri (w. 1860), Grand Syekh Al-Azhar pada zamannya yang memiliki sejumlah murid asal Nusantara.
Syekh Ibrahim al-Bajuri memiliki murid Syekh Muhammad Nawawi Banten, lalu memiliki murid Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari.
Syekh Ibrahim al-Bajuri juga memiliki murid Syekh Umar al-Syabrawi, lalu memiliki murid Syekh Abdul Majid al-Syahawi (kakek Syekh Abdul Aziz al-Syahawi).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

