Lima Prinsip Tasawuf Menurut Syekh Muhammad Amin Kurdi
Seorang sufi besar dalam karyanya Tanwirul Qulub Fi Mu’amalati ‘Allamil Ghuyub
Nabi Muhammad dijadikan Allah Swt sebagai suri tauladan yang baik (uswatun hasanah). Beliau memiliki misi untuk menyempurnakan akhlak.
Nabi Saw bersabda: Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amal daripada akhlak yang baik (HR. Abu Dawud).
Baca juga: Tasawuf Adalah Intisari Islam
Ketiga, berpaling dari khalq (selain Allah Swt) yang digapai dengan kesabaran dan tawakkal.
Sabar dan tawakkal pada hakikatnya ialah tidak menggantungkan sesuatu kepada selain Allah, dan menyerahkan urusan kepada-Nya, keduanya adalah sikap mental dalam menghadapi segala sesuatu.
Sungguh ajaib urusan orang mukmin itu. Apa saja yang terjadi itulah yang terbaik untuknya. Dan semua itu hanya ada pada seorang mukmin. Jika mendapat kegembiraan ia bersyukur dan itu yang terbaik untuknya. Dan jika mendapat kesedihan ia bersabar dan itu juga yang terbaik untuknya. (HR. Muslim).
Keempat, ridha dengan Allah dalam hal yang sedikit maupun banyak dan itu diperoleh dengan qana’ah (kepuasan) dan tafwidh (kepercayaan) kepada-Nya.
Nabi Saw bersabda: siapa yang ridha, maka dia mendapat ridha. Siapa yang murka maka dia mendapat murka (HR. Tirmidzi).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

