Kewajiban Syariat Memelihara Akal
Bukan hanya dipelihara, tapi potensi akal mesti dikembangkan dan didayagunakan
Demi menjaga akal juga, lahir larangan untuk mengkonsumsi makanan atau minuman dan lain sebagainya yang bisa memabukkan sehingga kesadaran dan kecerdasan akal berkurang.
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. [Surah Al-Māʾidah: 90]
Tanpa akal yang sehat manusia tidak bisa berpikir dan menggali ilmu pengetahuan serta mengembangkannya dalam rangka membangun peradaban di muka bumi. Karena itu muncul hukuman bagi setiap tindakan yang bisa merusak akal seseorang.
Baca juga: Nilai Syariat Dalam Bekerja; Menjaga Kehormatan Diri dan Keluarga
Tanpa akal yang sehat, ajaran agama bisa disalah gunakan, bukan menjadi tolok ukur kebenaran malah dijadikan pembenaran bagi kesesatan dan dorongan hawa nafsunya. Dengan akal manusia bisa membedakan mana yang hak dan batil berdasarkan aturan syariat. Karena itu ada riwayat yang menyatakan bahwa beliau bersabda,
Sesungguhnya kebaikan seluruhnya bisa diketahui dengan akal. Dan tidak ada agama bagi seseorang yang tidak berakal.
Kewajiban shalat pun salah satu hikmahnya ialah agar akal tidak digunakan untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar.
dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuautan) keji dan mungkar. [Surah Al-ʿAnkabūt: 45]
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

