Jejak Sufi di Yerusalem

Sebuah kota yang dianggap suci oleh tiga agama Abrahamik yaitu Yahudi

Pada abad ke-17 ada sekitar 70 lembaga sufi di Yerusalem, masing-masing mengacu pada tarekat yang berbeda-beda.

Catatan al-Nabulsi

Catatan yang paling terkenal tentang sufisme di Yerusalem di antaranya milik Abed al-Ghane al-Nabulsi. Al-Nabulsi dianggap seorang sufi hebat pada masa itu. Ia berkunjung ke Yerusalem pada tahun 1690 M, dan menulis sebuah catatan berjudul “al-Hadra al-Unsia fi ar-Rihla al-Maqdisia”.

Dalam catatanya, ia memberi gambaran tentang para sufi di kota Yerusalem. Ia mengunjungi beberapa zawya, mengetahui beberapa informasi tentang bangunan yang didirikan para sufi yang sebagian besarnya masih ada sampai sekarang.

Al-Nabulsi menggambarkan pengalaman spiritualnya, pertemuannya dengan orang-orang suci, tempat-tempat suci serta makam-makam suci.

Jejak Sufi di Yerusalem
Dua orang suci di Yerusalem (diklaim sebagai sufi). (Foto: Robert E. M. Bain tahun 1894)

Al-Nabulsi mencatat, orang-orang suci ini termasuk para sufi anggota tarekat, juga para “majadhib” yaitu orang-orang yang hidup di luar kebiasaan norma masyarakat.

Ia menggambarkan beberapa dari “majadhib” ini mengembara tanpa pakaian, dan sebagian lainnya hanya mengenakan kain lap. Mereka dipercaya sebagai orang-orang yang diberkati dengan kekuatan khusus untuk membaca pikiran orang lain dan bisa melihat masa depan.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi