Jangan Menjadi Tuhan

Kita diingatkan oleh Allah dengan musibah, dan diajak kembali mendekat kepada-Nya

Kita mungkin tidak pernah menyembah patung, pohon, matahari atau kuburan. Kita pun tak pernah mempercayai atau pergi ke dukun. Setiap hari kita tak pernah absen mengucapkan dzikir, tapi sering kali kita menghambakan diri pada keinginan (hawa-nafsu). Kita sering menuhankan diri kita sendiri.

Taubat adalah jalan satu-satunya. Rasulullah saw bersabda: “Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak menyandang dosa.” (HR. Ath-Thabrani).

Kita akui posisi diri ini sebagai hamba sepenuhnya. Kita ikrarkan dengan segala ketulusan bahwa “tidak ada Tuhan kecuali Allah”. Tidak sekedar di lisan, ikrar ini ditancapkan ke qalbu dan menjadi pasak bagi semua aktifitas pikiran dan tubuh kita. Inilah resep kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat, dari Maha Guru Rasulullah Muhammad saw: “Orang yang paling bahagia di Hari Kiamat kelak adalah dia yang mengucapkan laa ilaha ilallah dengan tulus dari dalam qalbunya atau dirinya.” (HR. Bukhari).

Tak sepatutnya kita berhenti menjadi hamba, meskipun sesaat. Tak selayaknya kita menuhankan diri sendiri di hadapan Tuhan seru sekalian alam, yang Maha Mendengar setiap isi hati dan Maha Melihat setiap perbuatan manusia. Meskipun hanya sesaat. Karena ini dapat menggerogoti iman kita. Jika terus dibiarkan, tak menutup kemungkinan iman menjadi rusak. Untuk itu, Rasulullah saw memberi kita tips untuk mengokohkan iman. Kita senantiasa sadar diri, bahwa kita bukan Tuhan. Beliau membimbing:

“Perbaharuilah iman kalian!” Para sahabat bertanya, “Bagaimana kami memperbaharui iman kami ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “perbanyaklah mengucapkan laa ilaha ilallah.” (HR. Bukhari, Ahmad, dll). []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi