Habis Kontrak Kerja, Akhirnya Teguh Jadi Pengusaha Roti
Di-PHK, menemukan dzikir, lalu membangun usaha roti yang kini menjadi ladang ikhtiar dan dakwah
Mulailah Teguh bertanya-tanya sebab temannya bisa berhijrah. “Akhirnya saya datang ke rumahnya. Teman saya itu bikin pengajian di rumahnya setiap senin malam,” sambung ia menjelaskan.
Ternyata kata Teguh, di rumah temannya itu adalah pengajian khataman. Karena ia kagum dengan temannya yang bisa berubah total tak ada penolakan dalam dirinya. “Saya ikut dzikir, aneh kok hati menjadi tentram.”
Selama satu bulan Teguh rutin hadir pengajian di sana. Barulah ia mulai bertanya tentang dzikir dan tau jika perlu adanya talqin. “Alhamdulillah akhir 2017 saya mendapatkan talqin dzikir dari Pangersa Asep Samsurizal Hudaya. Makin mantaplah saya,” tegasnya.
Pria bernama lengkap Teguh Setya Wijaya ini diarahkan temannya untuk curhat, mengadu kepada Abah, mohon petunjuk. “Lantas saya praktekkan dan alhamdulillah ada titik terang. Teman lama saya tetiba kontak ajak saya buka pabrik roti bersama.”
Bukan hanya diberikan modal, namun teman lamanya juga membantu pemasaran.
Kehidupan yang berbeda mulai ia jalani. Kalau dulunya karyawan punya penghasilan tetap, kini pendapatan bisa naik turun. Kadang kecil, kadang besar. Usaha yang baru seumur jagung ini belum stabil, namun trend-nya bagus. “Alhamdulillah saya lebih tenang dan punya waktu untuk ibadah.”
Perubahan pada dirinya sangat disyukuri Teguh. Dulu jarang shalat kini rajin ibadah-ibadah.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

