Guru Adalah Pilar Negara, Bukan Beban Negara
Di balik ruang kelas sederhana, guru menyalakan harapan besar bagi masa depan bangsa
Dalam konteks Islam, posisi guru lebih luhur lagi. Ulama-ulama besar menegaskan bahwa guru adalah pewaris para nabi, dari merekalah kita mengenal ilmu, adab dan iman. Bahkan dikatakan, “Jika tidak ada guru maka kita tidak akan mampu mengenal Tuhan-Nya.”
Kalimat ini menegaskan bahwa guru bukan sekadar pengajar mata pelajaran, tetapi juga perantara hidayah. Mereka membimbing umat untuk mengenal Allah SWT, meneladani Rasul-Nya, dan menapaki jalan yang lurus.
Guru adalah sosok yang sering bekerja dalam senyap, dengan penuh kesabaran, meskipun penghargaan yang diterima seringkali belum sepadan dengan pengorbanan yang diberikan. Namun dari ruang-ruang kelas yang sederhana itulah lahir generasi pemimpin, penegak hukum, cendekiawan, dan pembaharu yang menggerakkan bangsa menuju kejayaan.
Baca juga: Guru, Pahlawan Tanpa Jubah dalam Perjuangan Kemerdekaan
Maka sudah sepatutnya kita menegaskan kembali, guru bukan beban negara, melainkan penopang negara. Mereka adalah fondasi kokoh yang membuat bangsa ini berdiri tegak. Tanpa guru, pendidikan akan mati. Tanpa pendidikan, pembangunan akan runtuh. Tanpa guru, bangsa ini akan kehilangan arah.
Oleh karena itu, menghormati guru berarti menghormati masa depan bangsa. Memuliakan guru berarti memuliakan peradaban. Dan menyebut guru sebagai beban negara sama saja dengan merendahkan pilar utama penopang berdirinya negeri. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

