Dua Macam Bersuci Menurut Syekh Abdul Qadir Al Jailani
Bersuci menurut Syekh Abdul Qadir al Jailani qs itu ada dua macam
Bila wudhu secara batin itu batal karena melakukan perbuatan yang tercela dan akhlak yang hina, seperti sombong, dendam, hasad (dengki), ujub (berbangga diri), ghibah, dusta dan khianat.
Baca juga: Syekh Abdul Qadir Al Jilani Pentingnya Ketahanan Pangan
Maka cara memperbarui wudhu batin ialah dengan ikhlas bertobat dari hal yang merusak tersebut dan memperbarui inabah (kembali kepada Allah Swt) dengan menyesal dan memohon ampun (istighfar). Juga disertai menyibukkan diri untuk menjaga batinnya.
Seorang arif (ahli makrifat) harus selalu menjaga tobatnya dari penyakit-penyakit qalbu agar shalatnya menjadi sempurna.
(Kepada mereka dikatakan), “Inilah nikmat yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang senantiasa bertobat (kepada Allah) dan memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Qaf: 32).
Baca juga: Syekh Abdul Qadir Meninggalkan Maksiat Lebih Prioritas dari Melakukan Taat
Pengarang Tafsir Al Jailani itu menambahkan, jika wudhu lahir dan shalat lahir dilakukan pada waktu tertentu, maka maka wudhu batin maupun shalat batin waktunya sepanjang umur, sehari semalam tanpa putus. Orang menjaga wudhu dan shalatnya secara batin ini sebagaimana dijanjikan Allah Swt. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

