Dicecar Ulama, Ini Yang Dilakukan Pangersa Abah Sepuh

Dari kisah tersebut kita mendapatkan sebuah pembelajaran yang berharga

Setelah kejadian itu, ulama tersebut merasa malu dan menyesal dengan apa yang telah dilakukannya. Kemudian dia datang kembali menemui Abah Sepuh, meminta maaf dan akhirnya beliau menyatakan ingin menjadi murid Abah Sepuh dan belajar mengamalkan amalan TQN Pondok Pesantren Suryalaya. (Cerita ini saya dengar dari seorang muballigh TQN Pondok Pesantren Suryalaya alm. Ajengan Iin, asal Kabupaten Majalengka).

Dari kisah tersebut kita mendapatkan sebuah pembelajaran yang berharga. Tentang bagaimana keteladanan Abah Sepuh bagi para muridnya dalam menyikapi orang yang tidak menyukainya bahkan membencinya. Beliau tidak melawan dengan sikap menyerang apalagi membencinya. Sebaliknya, beliau malah menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya dengan sikap yang tulus seperti dalam kisah tadi yaitu memberikan daging kerbau dan beras.

Kisah ini syarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan Abah Sepuh kepada para muridnya, bagaimana menyikapi orang yang membenci kepada kita. Sebagaimana termuat di dalam untaian mutiara dalam Tanbih yang merupakan wasiat dari Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad yang selalu dibacakan di dalam setiap acara manakib, “Kudu asih ka jalma anu mikangewa ka maneh.” (Harus sayang kepada orang yang membencimu).

Baca juga: Abah Sepuh dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kalimat tersebut sangat singkat dan mudah diingat, tetapi tidak mudah untuk mengamalkannya. Semoga kita dapat mengambil suri teladan yang telah dicontohkan oleh Guru Agung Pangersa Abah Sepuh. Terima kasih. Semoga bermanfaat. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi