Cara Membedakan Pencinta Dunia dan Pencinta Akhirat

Salah satu tugas manusia ialah sebagai Khalifatullah (wakil Allah) di muka bumi

“Wahai Imam, aku ingin mengetahui apakah aku ini termasuk orang yang lebih mencintai dunia (ahlud dunya) atau yang lebih mencintai akhirat (ahlul ākhīrah),” ujar laki-laki tersebut.

Baca juga: Ilmu Tanpa Amal Bagaikan Jasad Tanpa Ruh

“Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya. Dia tidak menjadikan ukuran kebaikan seseorang pada diri orang lain. Akan tetap ukuran baik tidaknya setiap manusia berada pada dirinya sendiri,” jawab Imam Ali yang merupakan salah seorang sahabat utama sekaligus sepupu baginda Rasulullah Saw tersebut.

Laki-laki itu kembali bertanya: “Bagaimana bisa demikian wahai Imam?”

“Karena Anda dapat saja menipu orang lain, namun Anda tidak dapat menipu diri anda sendiri. Karena itu, ukuran kebaikan berada pada dirimu (bukan pada diri orang lain). Dan Anda dapat mengetahui apakah termasuk ahlud dunya atau ahlul akhirat dari diri Anda sendiri,” jawab Imam Ali kembali.

“Bagaimana caranya wahai Imam?” tanya laki-laki itu.

Baca juga: Tanamkan Cinta Nabi Pada Anak

“Apabila ada orang yang memberimu harta, dan ada orang yang mengambil sedekah darimu, mana yang paling membuatmu bahagia?” tanya balik Imam Ali.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi