Burung Merak Raja di Bawah Keranjang
Burung merak lupa jati dirinya, hingga angin taman membangkitkan kerinduannya
Mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal ketika itu kamu melihat orang yang sedang melepaskan nyawanya itu, sedangkan Kami lebih dekat lagi kepadanya daripada kamu, namun kamu tidak melihat? (QS 56:83-85).
Jangan berbuat begitu, kelak kamu akan tahu akibatnya. Sekali lagi, jangan berbuat begitu, kelak kamu akan tahu juga akibatnya. (QS 102:3-4).
Catatan:
Ah, kisah yang indah menggoda hasrat para pencari untuk membebaskan diri dari belenggu doktri yang sudah kadaluarsa. Teringat pesan bapak Anand Krishna dalam TELAGA PENCERAHAN DI TENGAH GURUN KEHIDUPAN.
Selama Anda masih diperbudak, Anda tidak dapat menghormati siapapun. Seorang budak tidak mengenal “Rasa Hormat”. Seorang budak hanya mengenal “Rasa takut”.
Untuk menghormati seseorang, terlebih dahulu Anda harus memilki kebebasan. Tanpa kebebasan, selama Anda masih hidup dalam penindasan, Anda tidak bisa mengasihi… Karena terbelenggu oleh dogma dan doktrin sempit sang Merak tidak mengetahui siapa dirinya, ia tidak menyadari keindahan dirinya. Ia merasa nyaman dengan kondisinya selama ini. Hanya mereka yang sudah gelisah, yang sudah merasa tidak kerasan dengan kondisi terbelenggu mulai mencari tahu, mulai bertanya, mulai melakukan penggalian.
Siapa aku?
Darimana asalku?
Kemana tujuanku?
Sudah seberapa dekatkah aku dengan tujuanku?
Ah, sebuah kegelisan yang menggairahkan. Dan selanjutkan agin sejuk nan harum akan menuntun menuju taman bunga dalam kesunyian hati. []
Refrensi:
HIKAYAT-HIKAYAT MISTIS – Syaikh Al-Isyraq, Syihabuddin Yahya As-Suhrawardi – PENERBIT MIZAN KHAZANAH ILMU-ILMU ISLAM, September 1992.
TELAGA PENCERAHAN DI TENGAH GURUN KEHIDUPAN – Anand Krishna – Pt. Gramedia Pustaka Utama , 1999.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

