Cara Tingkatkan Kualitas Ziarah Para Waliyullah

Ziarah kubur terutama makam para wali amat dianjurkan bukan hanya untuk memperoleh keberkahan tapi juga bisa mengingatkan akan akhirat.

Berziarah ke makam orang-orang salih dan para wali ini bahkan sudah mentradisi di tengah masyarakat muslim bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia.

Sejatinya, orang yang berziarah ke makam para wali itu karena dasar cinta terhadap mereka dan atau untuk terus memupuk dan menumbuhkan kecintaan kepada mereka.

Akan tetapi, kita tidak boleh berhenti mencintai para wali dengan menziarahi, berdoa, dan berharap berkah saja.

Baca juga: Mengambil Berkah Dengan Berziarah ke Makam Aulia dan Shalihin

Cinta menuntut pembuktian, orang yang mencintai akan meneladani orang yang dicintainya. Ketika berziarah diharapkan bisa mengenang jasa dan kebajikan serta meneladani mereka.

Menurut KH. Wahfiudin Sakam, level berziarah kita harus ditingkatkan kualitasnya. Bukan sekadar mengunjungi makam para wali, lalu berdzikir dan selfie.

Para wali itu, kata Wakil Talqin Pangersa Abah Anom tersebut berjuang menegakkan syariat Islam, menolong kaum miskin dan tertindas, menegakkan ajaran Islam yang membawa kesejahteraan.

“Mari ikuti jejak para waliyullah dengan menegakkan syariat Islam yang langsung mengaitkan ibadah mahdhah dengan kesejahteraan sosial, yaitu zakat dan wakaf,” ujarnya.

Kiai Wahfiudin mengajak kaum muslimin khususnya ikhwan akhwat TQN Pontren Suryalaya untuk melanjutkan perjuangan para waliyullah.

Salah satu caranya ialah dengan menggiatkan dzikir dan membangun ekonomi pertanian bebas riba, berbasis zakat dan wakaf.

Para waliyullah memang dikenal sangat menyayangi dan mencintai kaum fakir miskin sebagaimana diteladankan oleh Rasulullah Saw.

Baca juga: Manfaat Ziarah Kubur Aulia Shalihin

Lihat saja misalnya ucapan Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir Al Jailani qs yang dikutip dalam kitab Qalaid al Jawahir, Tarikh al Islam, Syadzaratu azd-Dzahab dan Masalik al-Abshar.

وقال : فتشت الأعمال كلها، فما وجدت فيها أفضل من إطعام الطعام، أود لو كانت الدنيا بيدي فأطعمها الجياع

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berkata: Telah ku teliti seluruh amal shalih, tidak kutemukan yang lebih utama daripada memberi makan. Suatu kebahagiaan seandainya dunia berada di tanganku, kan kuberikan makan orang-orang yang lapar.

Kiai Wahfi menilai, para salik sufi yang memberi makan orang lain tanpa henti berdzikir (khafiy) akan jauh lebih dicintai oleh Allah dan para penghuni langit, dari pada yg cuma berdzikir sambil mengharap kasyaf dan karamah.

“Mari meraih barakah para waliyullah dengan membebaskan orang miskin dan lapar dengan upaya pemberdayaan melalui zakat wakaf,” pungkas Dewan Pengawas Syariah LAZNAS DPF tersebut.

Rekomendasi