Agama Landasan Kokoh Untuk Membangun Masyarakat
Salah satu karakteristik agama Islam adalah asy syumul atau ketercakupan semua aspek
Dalam waktu yang singkat Nabi membangun masyarakat yang berkeadilan, berkesejahteraan, dan berperadaban di Madinah. Beliau merangkul semua kelompok untuk bersama-sama membangun Madinah dengan disepakatinya Piagam Madinah. Baik Muslim maupun non-Muslim, merasa damai dan tenteram hidup di Madinah. Masyarakat Madinah hidup rukun berdampingan, saling tolong menolong dan menjaga kemanan dan ketertiban bersama tanpa membeda bedakan agama, kelompok dan golongan.
Nabi Muhammad Saw telah memberikan teladan bahwa agama hadir memberikan landasan moral dan etika dalam membentuk masyarakat yang adil, berkeadaban, dan saling menghormati. Agama juga dijadikan sebagai sumber nilai-nilai spiritual dan berperan penting dalam membentuk hubungan yang sehat dan harmonis di antara anggota masyarakat.
Nabi Saw telah menunjukkan bahwa agama mendorong kita untuk berkontribusi positif dalam masyarakat. Ia mengajarkan dan mencontohkan kita nilai kasih sayang, keadilan, tolong-menolong, dan kepedulian sosial. Dalam mencapai tujuan bermasyarakat, kita perlu memperhatikan kebutuhan sesama, membantu mereka yang membutuhkan, dan berusaha menciptakan lingkungan yang adil dan berkeadilan.
Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan kesulitan seseorang, Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib) nya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Baca juga: Tiga Keistimewaan Nabi Muhammad Saw dalam Al Qur’an
Nabi Muhammad Saw juga mengajarkan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama. Dalam bermasyarakat, kita tidak bisa hidup secara terisolasi, tetapi perlu bekerja sama dengan orang lain untuk membangun kebaikan dan memperbaiki kondisi sosial.
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya. [Surah Al-Mā’idah: 2]
Dalam membangun masyarakat, nabi selalu mengutamakan pada perbaikan akhlak mulia kepada semua orang. Dalam membangun akhlak ini, nabi selalu memulai dari dirinya sendiri.
Dalam hajinya ketika di ‘Arafah, beliau berkhutbah di atas untanya Al Qashwa,
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegang kepadanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu; kitabullah dan sanak saudara ahli baitku.” (HR. Tirmidzi)
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

