Adab Murid Tarekat, Tidak Mengumbar Aib Saudaranya
Salah satu maknanya ialah jangan cari aib dan kekurangan orang lain
Melalui rangkaian mutiara tersebut, murid TQN Pontren Suryalaya justru idealnya lebih sibuk dengan aib dan celanya sendiri. Dalam Thabaqat As Shufiyah Syekh Abu Abdurrahman As Sulami mengutip ucapan Syekh Sirri As Saqthi;
Di antara tanda istidraj (tipuan) ialah dibutakan dari melihat aib sendiri.
Baca juga: Tarekat Metode Jihad yang Disyariatkan Agama
Tidak membuka aib dan mengumbar cacat saudara juga merupakan impelementasi dari ajaran Nabi Saw yang menyatakan bahwa setiap mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.
Cermin digunakan sebagai alat untuk melihat diri, baik itu keindahan atau pun kekurangannya. Melalui cermin, seseorang bisa melihat apa yang menjadi kekurangan atau cela yang tidak disadarinya dan sebelumnya tidak terlihat.
Saudara semukmin bisa melihat kekurangan, aib dan cela saudaranya, tapi bukan untuk diumbar dan disebarluaskan, bukan saling membincangkan secara gaib (ghibah) di hadapan orang lain.
Baca juga: Berantas Korupsi dengan Tarekat
Justru sebaliknya, cermin itu digunakan untuk saling mengoreksi diri dan saling menasihati. Karena sering kali seseorang tidak bisa melihat aibnya sendiri kecuali melalui cermin yang ada pada saudaranya.
Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Dan seorang mukmin adalah saudaranya mukmin, yang menahan diri dari merugikannya serta menjaganya dari belakangnya. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

