Zakatul Fithri Penyempurna Pahala Puasa

Pasti tidak ada yang ingin pahala puasa selama Ramadhan berkurang, apalagi sampai tidak mendapatkan pahala. Tentu tidak ada yang mau. Sudah menahan lapar dan dahaga dari menjelang Subuh sampai Maghrib, tapi tidak dapat pahala. Kan rugi sekali. Dan inilah yang digambarkan Rasul Saw tercinta:

رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع

Banyak orang yang berpuasa, namun ia tak mendapatkan apa pun dari puasanya selain rasa lapar saja. (HR. Ibnu Majah).

Di antara yang bisa mengurangi pahala puasa adalah bicara yang tidak ada faidahnya, bicara kotor (bad words), gosip, begitu juga perbuatan yang tidak ada manfaatnya.

Puasanya sih sah, yang penting sudah niat, menahan makan minum, menahan dari hubungan suami istri, secara hukum fikih sah. Pertanyaannya, apakah pahala didapat, kalau dapat, apakah full atau hanya sedikit, nah ini yang perlu kita renungi.

Baca juga: Keutamaan Membayar Zakat Fithri di DLJ-LAZ

Agar pahala puasa yang dilaksanakan selama satu bulan ini mendapatkan pahala yang sempurna, maka diwajibkanlah zakatul fithri. Zakatul fithri selain mempunyai hikmah untuk membantu orang-orang yang tidak mampu, juga bisa membersihkan orang yang puasa dari dosa-dosa kecil seperti yang disebutkan di atas, yang akhirnya pahala puasa yang didapat bisa sempurna.

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

Rasulullah SAW mewajibkan membayar zakatul fithri untuk menyucikan diri orang yang berpuasa dari ucapan dan perbuatan yang sia-sia serta kata-kata yang kotor serta memberi makan orang-orang miskin. (HR. Abu Dawud).

Sebagai manusia biasa yang bisa sewaktu-waktu tergelincir dalam perkataan yang sia-sia, perkataan kotor, juga perbuatannya, maka dengan zakatul fithri inilah semoga bisa dibersihkan. Yang akhirnya bisa mendapatkan pahala puasa dengan sempurna.

Baca juga: Rukun Islam yang Paling Kurang Diajarkan

Waqi’ bin Jarrah pernah berkata “ Zakatul fithri ibarat sujud sahwi, zakat dapat menutupi kekurangan puasa, sebagaimana sujud sahwi menutupi kekurangan shalat”.

Karena tujuannya yang begitu mulia, maka rasa-rasanya tak elok kalau saat zakatul fithri membayarnya dengan beras yang kurang baik, minimal ya seperti yang dimakan sehari-hari. Begitu juga kalau mau bayar dengan uang, bayarkan seharga beras yang bagus atau minimal seharga beras yang dikonsumsi sehari-hari.

Semoga Allah menerima zakat fitrah kita, dan juga mendapatkan pahala puasa yang sempurna, aamiin.

Penulis: Saeful Mujab Muhammad

Rekomendasi