Wejangan Abah Anom Agar Selamat dari Setan
Permusuhan antara manusia dengan setan adalah permusuhan abadi hingga hari kiamat
Lalu, beliau sebagai pengarang kitab Miftahus Shudur menambahkan bahwa dzikir yang dilakukan harus disertai kebulatan tekad dan ingatan kita hanya kepada Allah. Artinya dzikir yang dilakukan tidak sekadar rutinitas atau pun ritual semata, misalnya dzikir hanya sebatas di lisan tanpa menghujam di qalbu. Sebagai Ikhwan TQN, tentu kebulatan tekad ditunjukkan dengan mengamalkan dzikir secara istiqamah baik dzikir jahr maupun khafiy.
Dzikir juga, menurut Pangersa Abah Anom, mesti disertai kesadaran penuh bahwa ingatan kita hanya kepada Allah bukan kepada yang lain. Sebab ingatan yang diisi oleh selain Allah akan memudahkan setan menyesatkan dan menggagalkan kebaikan kita, sebagaimana mudahnya musuh yang menyerang saat kita sedang lengah. Nabi Saw bersabda,
Seutama-utamanya ingatan (dzikir) adalah Laa Ilaha Illa Allah. (HR. Tirmidzi)
Baca juga: Waspadai Trik Setan Agar Enggan Bersedekah
Dzikir Laa Ilaha Illa Allah menurut para ulama akan menyatukan qalbu bersama Allah dan menghilangkan ingatan selain-Nya, lebih bisa menyucikan jiwa, membersihkan batin, memurnikan pikiran dari kejahatan jiwa, serta mengusir setan.
Kendati pun kita lengah, maka dzikir akan mengembalikan kesadaran kita sehingga tidak terseret tipu daya setan terlalu jauh.
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahannya). [Surah Al-A’rāf: 201]
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

