Warisan Abah Sepuh dan Abah Anom Tertulis di Suryalaya
Suryalaya pancarkan warisan cinta, ilmu, dan dzikir Abah Sepuh dan Abah Anom
Ketika ditanya maksudnya, Rasulullah menjawab, “Badannya khusyu’, tapi hatinya lupa kepada Allah.” Pesan ini sangat jelas, ibadah sejati bukan soal tampilan lahiriah, melainkan soal hati yang hidup bersama Allah.
Memasuki Masjid Nurul Asror, kita disuguhi banyak ayat Al-Qur’an yang terpampang indah, semuanya mengingatkan pentingnya dzikrullah. Salah satunya Surat Ali Imran (3) ayat 191:
Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Ayat ini menegaskan bahwa dzikir sejati adalah dzikir yang hidup dalam setiap keadaan—berdiri, duduk, atau berbaring—disertai kesadaran mendalam atas ciptaan Allah.
Ayat lain yang juga terpampang adalah Surat Al-Munafiqun ayat 9:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi.”
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

