Wakil Talqin Hanya Wasilah, Yang Mentalqin Semua Abah Anom

Jaga niat ridha Allah, istiqamah talqin dzikir, ikuti Guru Mursyid Suryalaya

Kiai Asep mendapat cerita dari ayahandanya Ajengan KH. Aang Muhaiminul Aziz bahwa sekarang orang mendapat talqin dzikir demikian mudahnya berbeda dengan dahulu.

Dahulu zaman Abah Sepuh, kalau mau ijazah talqin dzikir itu dilihat dahulu usianya, pada saat itu usia minimal 40 tahun atau misalnya belum nikah, tapi ditanya sudah nikah belum? Kalau jawab sudah nikah, maka sudah masuk syarat.

Tujuan kamu apa mau ditalqin? Maka, kata Kiai Asep, selama orang itu belum menjawab tujuannya Ridha Allah, maka orang itu tidak dikasih talqin dzikir.

Baca juga: Talqin Alat Untuk Wushul Kepada Allah

“Sampai pada titik dia pasrah hanya satu yang dimohon ridha Allah, baru. Tapi tidak cukup sampai situ, untuk menguji kesungguhannya itu ditambah lagi ujiannya. “Kalau kamu sungguh-sungguh mau ijazah dzikir, belajar dzikir maka kamu laksanakan puasa selama empat puluh hari empat puluh malam, kamu enggak tidur, nah itu,” cerita Kiai Asep.

Padahal sebenarnya antara beratnya (ketika mau ditalqin) dulu dengan ringannya sekarang nilainya sama. Yakni ketika kita mengupayakan secara istiqamah dan penuh keyakinan terhadap Guru Mursyid.

Pangersa Abah Anom luar biasa, tambahnya, beliau membuat tuntunan yang mudah, ringan dan bisa siapa saja.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi