Talqin Alat Untuk Wushul kepada Allah

Syekh Abdul Qadir Al Jailani dalam kitab Sirrul Asrar wa Madzharul Anwar fima Yahtaju ilaihil Abrar menggambarkan mengenai makna wushul ila Allah (sampai pada Allah).

وليس الوصول إلى الله تعالى كوصول الجسم إلى الجسم ، ولا العلم بالمعلوم ، ولا العقل بالمعقول ، ولا الوهم بالموهم. بل معناه يصل بقدر الإنقطاع عن غيره بلا قرب ولا بعد ولا جهة ولا مقابلة ولا اتصال ولا انفصال. فسبحان من أله في خفاءه وظهوره وفي تجليه استتاره وفي معرفته نكرته. فمن حصل ذلك المعنى في الدنيا وحاسب نفسه قبل أن يحاسب فهو من المفلحين ، وإلا فمستقبله عقوبات من عذاب القبر والحشر والحساب والميزان والصراط وغير ذلك من شدائد الآخرة

Makna wushul atau sampai kepada Allah itu bukan seperti bertemunya fisik (jism) dengan fisik (jism), bukan seperti bertemunya ilmu (‘ilm) dengan pengetahuan (ma’lum), bukan seperti bertemunya akal (‘aql) dengan yang dipikirkan (ma’qul) dan bukan seperti bertemunya dugaan (wahm) dengan yang diduga (muham).

Tetapi maknanya dia sampai pada keterputusan (lepas) dari selain Allah Swt, tanpa jarak dekat dan jauh, tanpa arah dan berhadapan, tanpa bertemu dan berpisah.

Baca juga: Apakah Rasulullah Saw Pernah Melakukan Talqin Secara Berjamaah

Maha suci Allah dalam kesamaran-Nya (khafa’) dan penampakan-Nya (dzahir), dalam setiap manifestasi-Nya (tajalli) ada ketertutupan-Nya (istitar), serta pada kekhususan-Nya ada keumuman-Nya.

Maka siapa yang mencapai wushul dalam pengertian itu di dunia, dan mengevaluasi dirinya (muhasabah) sebelum dinilai (dihisab), maka ia termasuk orang yang beruntung.

Jika tidak mencapai yang demikian itu, maka kelak dia akan mengalami kesukaran seperti adzab kubur, perhitungan amal, saat digiring di mahsyar, mizan (saat ditimbang amalnya), shirat (melewati shirat) dan segala hal berat yang menanti di akhirat.

Baca juga: Siapa Saja Yang Berhak Mendapatkan Talqin Dzikir

Lalu bagaimana cara mencapai wushul kepada Allah? Syekh Abdul Qadir al Jailani qs menjelaskandalam kitabnya tersebut, bahwa untuk mencapai wushul kepada Allah ada alatnya.

فالتلقين آلة قطع ما سوى الله تعالى من قلب المتلقن

Maka posisi talqin adalah alat untuk memangkas segala sesuatu apapun selain Allah dari qalbu orang yang ditalqin.

Setelah mendapat talqin, seorang salik mengamalkannya sehingga berhasil apa yang dimaksud dengan wushul ila Allah.

Rekomendasi