Ust. Asep Saepul Bahri: Tugas Kita adalah Mengenal Allah SWT
Mengenal Allah lewat dzikir dan mursyid, inti khidmah kitab Miftahus Shudur
Dalam tarekat, cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya, menghilangkan hijab-hijab yang ada di dalam qalbu adalah dengan dzikrullah. Dan dzikir ini adalah dzikir yang tersambung sampai ke Rasulullah.
Jika qalbu kita hitam tandanya kita jauh dari Allah SWT. Jika qalbu kita bersih tandanya kita dekat dengan Allah SWT. Saat sudah bersih qalbu kita, saat itulah kita bisa melihat perbendaharaan yang tersembunyai yang ada di dalam qalbu kita.
Dalam hadist qudsi Allah SWT berfirman, “Aku adalah harta yang terpendam, Aku ingin dikenal maka Aku ciptakan makhluk untuk mengenal-Ku.” Jadi makhluk dicipta Allah SWT untuk mengetahui bahwa Allah SWT itu ada. Mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya adalah hasil dari makrifat. Sehingga tugas kita yang sesungguhnya adalah mengenal Allah SWT.
Mengenal Allah SWT melalui mursyid. Tugas mursyid bukan hanya membersihkan qalbu, namun juga menghantarkan ruh kita kehadirat Allah SWT. Tidak ada dzikir kita yang sampai kepada Allah SWT kecuali karena guru kita.
Dan guru kita pun akan mengatakan itu hasil dari gurunya, begitu seterusnya sampai ke Syaikh Abdul Qadir Jailani qs dan Rasulullah SAW. Maka pada hakikatnya, Rasul-lah yang sesungguhnya menyampaikan amal kita sampai kepada Allah SWT. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

