Urgensi Dzikir Untuk Memperbaiki Qalbu Manusia
Qalbu itu dasar atau fondasinya kebaikan dan keburukan dari seseorang
Imam Abul Hasan Asy Syadzili menjelaskan ada yang menyebabkan seseorang kehilangan fungsi bashirahnya (mata hatinya) yakni pengertian yang mendalam menyangkut sesuatu.
Butanya mata hati (bashirah) itu karena tiga hal. Pertama menggunakan anggota tubuh untuk bermaksiat kepada Allah Swt. Kedua, berpura-pura taat kepada Allah Swt. Ketiga, tamak atau serakah terhadap ciptaan Allah. Siapa yang mengaku memiliki bashirah tapi ada salah satu dari ketiga hal ini, maka dia seorang yang mengada-ada serta berdusta, atau dia keliru dalam ilmu dan salah dalam mengamalkan yang benar.
Qalbu atau hati mesti selalu terisi oleh ingatan kepada Allah Swt agar tidak sakit apalagi mati yang menyebabkan manusia berperilaku buruk.
“Tindak tanduk atau perilaku manusia tergantung dari hatinya. Hati yang baik akan menghasilkan perilaku yang baik. Sebaliknya, hati yang buruk akan menghasilkan perilaku yang buruk. Agar hati menjadi baik, maka hati harus terisi oleh ingatan (dzikir) kepada Allah,” ucap KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin qs pada kuliah subuh pada tahun 1413 H.
Baca juga: Pangersa Abah Anom: Baik Buruk Seseorang Tergantung Qalbunya
Pangersa Abah Anom juga menekankan betapa bahayanya jika keburukan qalbu atau hati terbawa hingga mati sekaligus memberikan solusinya.
“Selamatnya orang Islam itu karena lisan dan tindakannya. Namun keduanya ini tergantung dari hatinya. Jika hatinya buruk maka akan buruk pula lisan dan tindakannya. Kalau ini (keburukan hati) terbawa sampai mati, maka matinya termasuk kafir. Dzikirlah yang akan memperbaiki hati dari keburukan-keburukannya,” ungkap Pangersa Abah pada kuliah subuh pada tahun 1412 H sebagaimana dikutip dari LDTQN Suryalaya. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

