Ulah Medal Sila Upama Kapanah

Apabila diartikan adalah jangan mengubah sikap walaupun disakiti orang

Salah satu wasiat Guru Agung Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh) dalam Untaian Mutiara Tanbih yang berisi nasihat bagi murid-muridnya, yaitu “ulah medal sila upama kapanah”.

Apabila diartikan adalah jangan mengubah sikap walaupun disakiti orang. Dalam terjemah Tanbih bahasa Indonesia diartikan, jangan berhenti bekerja meskipun disakiti orang lain.

Dalam sebuah riwayat, suatu ketika Rasulullah Saw akan berangkat ke mesjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Ketika melawati sebuah rumah tiba-tiba ada orang yang meludahi Rasulullah dari atas rumahnya. Reaksi Rasulullah tidak marah dan terus berjalan menuju mesjid. Hal ini terus terjadi berulang-ulang.

Suatu ketika Rasulullah heran, ketika melewati rumahnya tidak ada lagi yang meludahinya. Rasulullah bertanya kepada sahabatnya, “Ke mana si fulan, tidak seperti biasanya, ia tidak meludahi saya lagi?” Sahabat kemudian menyampaikan kabar bahwa orang itu sakit.

Mendengar kabar itu, Rasulullah cepat bergegas meninggalkan masjid, pergi menjenguk orang yang sering meludahinya itu. Setiba di rumahnya, orang itu kaget. Ketika dia jatuh sakit dan belum ada seorang pun yang menjenguk, mengapa orang yang sering diludahinya datang pertama menjenguknya, bukan yang lain.

Akhirnya orang kafir itu minta maaf kepada Rasulullah dan kemudian memeluk Islam.

Al-Qur’an mengajarkan sikap terbaik menghadapi mereka yang menzalimi kita. “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35).

Bukan sesuatu yang mudah memang, tetapi bukan berarti tidak mungkin dilakukan.

Ada kisah menarik. Drs. H. Ahdi Nurudin, M.M., saat menjabat sebagai Kepala Madrasah Aliyah Serba Bakti Suryalaya pernah menghadap kepada Pangersa Abah Anom. Ia bermaksud menyampaikan pengunduran diri sebagai kepala sekolah. Pak Ahdi merasa banyak orang yang tidak menyukainya atau merongrongnya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi