Ihram Bukan Semata Soal Pakaian, Namun Kesadaran Menuju Allah
Ihram bukan sekadar pakaian, tetapi niat dan kesadaran mendekat kepada Allah
Shalat adalah mikraj, proses pendakian bagi orang beriman. Ketika orang sedang shalat kakinya masih menginjak muka bumi, tetapi ruh, jiwa, kesadaran mendekat kepada Allah. Karena itu permulaan shalat dengan ihram.
Cara ihramnya adalah dengan takbir. Maka takbir yang pertama dalam shalat disebut Takbiratul Ihram. Sebab, begitu takbir Allahu Akbar, dia sudah niatkan mendekat kepada Allah. Dia haramkan dirinya dari urusan-urusan harta benda keduniawian. Maka jika sudah ihram tidak boleh lagi makan minum, ngobrol, mondar mandir, intip HP, buka WA.
Bagaimana dengan umrah dan haji?
Adapun umrah, ihramnya dengan talbiyah. Ucapkan Labbayk berulang-ulang. Labbayk artinya ”ini aku”. Allahumma umratan “ini aku wahai Allah mendatangi-Mu.
Begitu juga orang berhaji. Karena dengan berhaji dia sedang mendekatkan diri kepada Allah dan ihramnya juga dengan talbiyah, hanya ujungnya yang berbeda. Labbayk Allahumma Hajjan. “Ini aku ya Allah menuju-Mu.”
Jadi ihram itu bukan soal pakaiannya, namun kesadarannya. Dia sadarkan pada dirinya, dia rasakan, dia niatkan, mulai dari sekarang saya akan menuju Allah. Itulah ihram. Soal apakah dia sudah pakai pakaian ihram terlebih dahulu atau tidak, itu tidak jadi masalah.
Contoh, Program umrah ke madinah dahulu. Saat shalat jumat, sebagian jamaah sudah mengenakan pakaian ihram dari hotel. Apakah sudah mulai ihram? Belum. Mulai ihram di Bir Ali, Zul khulaifah. Pakaian ihram sudah dipakai namun ihramnya belum terjadi. Karena ihram bukan soal pakaian.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

