TQN Pontren Suryalaya, Tarekat Produktif
TQN Pondok Pesantren Suryalaya adalah tarekat yang produktif
Jika menghadapi kebencian dengan kebencian, maka berapa banyak waktu terbuang sia-sia. Jika kebencian disambut dengan sikap buruk, apa tidak semakin runyam hubungan itu.
Wasiat ini menunjukkan kelas seseorang, ada yang jika disakiti kemudian menyakiti, ada yang dibenci kemudian ikut membenci, tapi Abah menanamkan agar kita belajar meneladani orang-orang mulia.
Orang yang bisa menyayangi orang yang membencinya adalah orang yang tidak akan terganggu dengan sikap orang lain. Hidupnya lebih tenang, lebih sehat bahkan bisa merubah sikap orang lain terhadapnya. Dan inilah yang dicontohkan Rasulullah Saw dan auliya termasuk ketika berdakwah.
Justru ketika kita ikut membenci, bagaimana dakwah bisa diterima, bagaimana pembelajaran dan pengajaran bisa dicerna dengan baik, bagaimana hubungan yang retak bisa direkatkan kembali. Maka mengambil sikap tetap berlalu kasih sayang kepada mereka itu lahir dari qalbu yang bersih tanpa kepentingan apapun.
Dengan mengamalkan ini, sejatinya sudah masuk dalam kategori da’wah bil hal dan menjalankan sunnah nabi Saw. Serta tidak berpotensi konflik antar sesama berkepanjangan yang menyiksa dan meghambat produktivitas.
Baca juga: Abah Anom Kebajikan yang Timbul dari Kesucian
Rangkaian mutiara ini merupakan sikap-sikap orang yang sudah ma’rifat kepada Allah Swt. Wasiat tersebut menjadi tolok ukur dalam melakukan transformasi untuk terus menjadi lebih baik.
Sikap produktif yang diajarkan TQN bukan hanya produktif secara individual tapi juga produktif sebagai sesama anak bangsa, sesama umat Nabi Muhammad Saw. Sehingga yang senantiasa jadi pegangan ialah lebih baik buktikan kebajikan yang timbul dari kesucian. Sebab tanpa kesucian, produktivitas hanya bersifat sementara, tidak konsisten dan kepalsuan niat.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

