TQN Pontren Suryalaya, Tarekat Produktif
TQN Pondok Pesantren Suryalaya adalah tarekat yang produktif
Memeriksa murid orang lain ruang lingkupnya luas sekali dan bisa berdampak buruk. Misalnya dengan memeriksa orang lain, bisa jadi terlihat kekurangannya. Pesan pentingnya ialah jangan membandingkan antar murid orang lain, sebab bisa muncul kibr dan ‘ujub bahkan cenderung untuk merendahkan atau meremehkannya.
Larangan memeriksa murid orang lain juga menunjukkan kehati-hatian dan kearifan dalam mengenal diri dan kapasitasnya. Salah-salah, tentu langkahnya malah akan merugikan semua pihak. Apalagi jika nanti tergoda untuk menyebar aib sesama.
Ini menandakan, Abah mengajarkan muridnya agar sibuk dengan hal yang produktif dan prioritas. Sibuk dengan hal yang lebih penting dari yang penting. Sesama murid wajib saling menjaga kehormatan dan memelihara keharmonisan secara lahir batin.
4. Ulah medal sila upama kapanah (Jangan merubah sikap meskipun disakiti)
Sekalipun orang lain berusaha menyakiti dan menzalimi, tetap konsisten bekerja, tetap berbuat baik dan menyebarkan kebaikan. Pesan ini sangat relate dalam aneka pergaulan, baik di masyarakat, tempat bekerja, tempat belajar dan lain sebagainya.
Wasiat ini menekankan pentingnya tetap produktif dalam situasi apapun. Sikap ini amat penting untuk dipelihara terkait produktivitas bekerja. Sebab sekian banyak orang kemudian misalnya bekerja jadi malas-malasan tanpa semangat akibat mendapat perlakuan yang menurutnya tidak adil, mengecewakan atau menyakitkan.
Tak merubah sikap ini artinya tak terpengaruh oleh sikap orang lain, dirinya tidak diatur oleh sikap orang lain kepadanya. Maksudnya tetap memimpin diri sendiri dengan baik.
Abah mengajarkan agar murid-muridnya tidak dipimpin oleh emosi negatif, nafsu syahwat, tipu daya setan, melainkan tetap memiliki kontrol penuh terhadap diri.
Berbuat baik bukan lantaran baiknya orang kepada kita, bekerja giat bukan karena penghargaan yang didapat, peduli terhadap sesama bukan lantaran haus pujian, berkorban bukan karena dapat sanjungan. Tapi semua itu dilakukan lillah. Ilahi anta maqshudi wa ridhaka mathlubi.
Baca juga: Tanbih Akhiri Diskriminasi Terhadap Perempuan
5. Kudu asih ka jalma nu mikangewa ka maneh (harus menyayangi orang yang membenci kepadamu)
Tak berhenti pada tidak berubah sikap jika disakiti, tapi lebih dari itu, yakni memaafkan bahkan menyayangi orang yang membenci kepadamu. Sebagaimana pesan nabi yang mengajarkan agar senantiasa menyayangi sesama.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

