Tiga Fase Sejarah Perkembangan Tarekat
Dari praktik dzikir Nabi hingga lahirnya berbagai tarekat sufi
Dalam tradisi tarekat, sebagai organisasi tasawuf, murid murid biasanya berkumpul di suatu tempat yang disebut ribath, zawiyah, atau khanaqah untuk melakukan latihan-latihan rohani (dzikr Allah) yang materi pokoknya adalah membaca istighfar, membaca shalawat nabi dan membaca dzikir nafi itsbat dan ism dzat secara bersama di bawah bimbingan guru (mursyid), yang di dalamnya terdapat ajaran-ajaran (‘amaliyyah), aturan-aturan (adab), kepemimpinan (mursyid), hubungan antara mursy murid atau antara guru dengan anggota tarekat, wasilah, rabithah, silsilah, ijazah, suluk, dan ritual seperti baiat atau talqin, khususiyah, haul dan manaqib.
Di antara ulama sufi yang memberikan bimbingan kepada masyarakat umum untuk mengamalkan tasawuf secara praktis (tashawwuf ‘amali), adalah Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali (w. 505 H/1111 M). Kemudian, menurut At-Taftazani, diikuti oleh ulama Sufi berikutnya seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dan Syekh Ahmad ibn Ali Ar-Rifa’i. Kedua tokoh Sufi tersebut kemudian dianggap sebagai pendiri Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Rifa’iyah yang tetap berkembang sampai sekarang, kemudian Syekh Abul Hasan As-Syadzili dengan Tarekat Syadziliyah yang dinisbatkan kepada nama belakangnya, dan lain-lain.
Baca juga: Mengapa di Masa Awal Islam Tidak Ada Ilmu Tasawuf
Sebenarnya, munculnya banyak tarekat dalam Islam pada garis besarnya sama dengan latar belakang munculnya banyak madzhab dalam fikih dan banyak firqah dalam ilmu kalam. Di dalam Ilmu Kalam berkembang madzhab-madzhab yang disebut dengan firqah, seperti, Khawarij, Murji’ah, Mu’ta zilah, Asy’ariyah, Maturidiyah, dan lain-lain.
Di sini istilah yang digunakan bukan madzhab, tetapi firqah, di dalam fiqih juga berkembang banyak firqah yang disebut dengan madzhab, seperti Madzhab Hanafi, Maliki, Hanbali, Syafi’i, Dzahiri, Syi’i, dan lain-lain. Di dalam tasawuf juga berkembang banyak madzhab yang disebut dengan thariqah.
Tarekat dalam tasawuf jumlahnya jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan perkembangan madzhab dan firqah dalam fikih dan kalam. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa tarekat juga memiliki kedudukan atau posisi sebagaimana madzhab dan firqah tersebut di dalam syariat Islam. []
Sumber: Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf karya KH. A. Aziz Masyhuri
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

