Tidak Perlu Ijazah Amaliah untuk Murid Abah

Semua yang menjadi murid Abah boleh serta sah mengamalkan semua amaliah standar TQN

Menurut Ketua Penasihat LDTQN DKI Jakarta ini menjadi pengurus berarti mengurus organisasi ikhwan, bukan membuat ketentuan-ketentuan tentang amaliah.

“Menjadi pengurus adalah untuk melayani, mempermudah, dan mendukung amaliah para ikhwan TQN; bukan justru untuk menunjukkan kekuasaan dan mengkotak-kotakkan ikhwan,” tegasnya.

Baca juga: Empat Jenis Riyadhah Dalam TQN Pontren Suryalaya

Dewan Pembina Laznas DPF ini mengutip ungkapan H. Agus Salim, salah satu tokoh perjuangan NKRI, “Memimpin Adalah Menderita”.

Para murid TQN Suryalaya, sambung Kiai Wahfi, adalah murid dari Wali Mursyid, yaitu Abah Anom; bukan murid dari Muballigh/Ustadz tertentu, bukan murid dari pengurus tertentu, bukan murid dari tokoh tertentu, bahkan bukan juga murid dari Wakil Talqin tertentu.

“Kita semua adalah murid-murid Abah Anom. Mari tempatkan diri hanya sebagai murid, bukan meninggi-ninggikan diri hanya dengan kostum/dandanan tertentu, ceramah/fatwa/aturan tertentu, kitab-kitab tertentu atau kegiatan-kegiatan tertentu. Be humble. Jadi murid ajah…” pungkasnya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi