Terhanyut di Arus Hidayah, Tersesat ke Tempat yang Tepat

Prof. HM. Rasjidi bisa dibilang sukses karena dakwahnya diterima di berbagai media

“Ke siapa?” kembali tanya.

“Ya belajar terbang kepada orang yang bisa terbang…,” jawabnya lagi.

“Siapa yang bisa ngajarin saya terbang…?” sambungnya.

“Minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan orang yang bisa ngajarin terbang yang bisa membawamu ke langit,” jelas ustadz tersebut.

“Caranya mintanya gimana?” susulnya.

“Goblok amat! Shalat hajat dong, shalat istikharah dong!” jawab sang ustadz dengan ketus yang membuatnya kaget.

Jawaban sang ustadz itu, benar-benar menyentaknya. Keketusan itu menyadarkannya, bahwa hanya Allah yang mampu memenuhi hajat hambanya.

Baca juga: Kiai Wahfiudin Ajak Ikhwan TQN Basmi Eempat Kemiskinan

Diskusi itu membuatnya semangat untuk mencari sosok guru yang bisa membimbingnya. Sebulan lebih Kiai Wahfi bermunajat agar bisa dipertemukan dengan sosok guru tersebut.

Paradigma ini bisa kita contoh. Paradigma melihat proses, bukan paradigma melihat hasil. Dengan kata lain berislam itu adalah proses menuju Allah, sehingga tidak timbul perasaan hebat. Tapi kalau paradigmanya berdasarkan hasil, kita sudah merasa apa yang kita lakukan merasa paling benar.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi