Tanbih dan Prinsip Hak Asasi Manusia

Nabi Muhammad ajarkan hak asasi manusia; persamaan dan kebebasan tanpa paksaan

فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ

Maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir, (Al Kahfi: 29).

Demikianlah, prinsip kebebasan dalam Islam sebenarnya mencakup seluruh aspek kehidupan manusia; kebebasan beragama, kebebasan berpolitik, kebebasan berpikir dan kebebasan berserikat.

Tanbih dan Hak Asasi Manusia

Prinsip hak asasi manusia yakni al musawah (persamaan) dan al hurriyyah (kebebasan) juga digaungkan selama ini dalam manaqib Syekh Abdul Qadir al Jilani di kalangan ikhwan TQN Pontren Suryalaya.

Misalnya, menyangkut prinsip al musawah (persamaan), ini bisa dilihat ketika Abah Sepuh mengutip ayat 70 surah al Isra’ dalam tanbihnya. “Sangat kami muliakan keturunan Adam dan kami sebarkan segala yang berada di darat dan di lautan, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, juga kami mengutamakan mereka lebih utama dari makhluk lainnya.”

Kesimpulan dari ayat ini, bahwa kita sekalian seharusnya saling menghargai, jangan timbul kekecewaan, mengingat surat Al Maidah yang artinya: “Hendaklah tolong menolong dengan sesama dalam melaksanakan kebajikan dan ketaqwaan dengan sungguh-sungguh terhadap agama maupun negara, sebaliknya janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan terhadap perintah agama maupun negara.” (Al Maidah: 2).

Sedangkan menyangkut prinsip al hurriyyah (kebebasan), tanbih sejak dini mengingatkan bahwa kebebasan itu tidak boleh terpaut oleh bujukan nafsu dan terpengaruh oleh godaan setan.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi