Syekh Sirri Saqathi, Sufi Pengusaha Yang Menyesali Ucapannya
Syekh Sirri As-Saqathi, sufi agung TQN, teladan zuhud dan empati luar biasa
“Suatu hari pasar Baghdad hangus terbakar dan tokoku berada di pasar itu. Seseorang menghadap kepadaku kemudian menyampaikan kabar, “tokomu selamat tidak terbakar.”
Aku pun berseru, “alhamdulillah!”
Maka sejak 30 tahun yang lalu hingga saat ini aku menyesali apa yang kuucapkan dahulu, karena aku menginginkan untuk diriku sesuatu yang lebih baik dari apa yang sedang dialami kaum muslimin (saat itu yang toko dan rumahnya terbakar).
Baca juga: Imam Junaid Mengkritik Pemalas Yang Mengaku Sufi
Ucapan Syekh Sirri Saqathi secara syariat merupakan masalah sepele. Tetapi kesadaran moral dan ruhaniyahnya mengajarkan kepada kita betapa besarnya dosa ruhani orang yang senang dengan penderitaan orang lain.
Istighfarnya yang sungguh-sungguh selama tiga puluh tahun itu menggambarkan betapa dahsyatnya penyesalan beliau karena telah spontan bergembira atas kemalangan orang lain.
Itu sebabnya dalam Tanbih kita akan menemukan pesan dengan kesadaran moral yang mendalam.
“Coba rasakan diri kita pribadi, betapa pedihnya jika dalam kekurangan, oleh karena itu janganlah acuh tak acuh, hanya diri sendirilah yang senang. Karena mereka jadi fakir miskin itu bukannya kehendak sendiri, namun itulah kodrat Tuhan.” []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

