Sufi dan Mekanisme Keseimbangan

Tasawuf harus adaptif, menjawab tantangan pasca-Covid dengan peran sosial dan teknologi

Sebab, dunia tasawuf selama ini lebih menekankan pada aspek ibadah ritual, maka aspek sosio kultural ini perlu diperluas. Sufi harus aktif dalam pembangunan peradaban menjalankan fungsi kepemimpinan (khalifah), ini aspek humanity-nya.

Al Mizan (Mecanism of Balance)
وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ
أَلَّا تَطۡغَوۡاْ فِي ٱلۡمِيزَانِ
وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ

Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu. (Surat Ar-Rahman, Ayat 7-9)

Alam semesta ini diciptakan begitu hebat dan Allah letakkan di dalamnya Al Mizan (Mecanism of Balance). Maka dikenal ada keseimbangan kosmis, keseimbangan ekologis, keseimbangan sosial, keseimbangan diri.

Sufi harus terlibat dalam menjaga keseimbangan ini. []

(KH. Wahfiudin Sakam, Wakil Talqin TQN Pontren Suryalaya, Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI)


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi