Simbol Ruhaniah dalam Rangkaian Ibadah Haji
Haji jadi salah satu wasilah tertinggi yang mampu mengarahkan manusia kepada Allah
Mulai dari membersihkan diri secara lahiriah, seseorang juga dituntut membersihkan diri secara batiniah dengan bertobat kepada Allah Swt. Menyesali aneka perbuatan dosa yang diperbuat dan bertekad tidak mengulanginya kembali. Simbol itu ditunjukkan melalui pakaian ihram yang putih bersih.
Baca juga: Prinsip Dasar Perbedaan Haji dan Umrah
Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad juga menjelaskan simbol ruhaniah dalam amalan haji. Menurutnya, dalam pelaksanaan ibadah haji, ada benang merah antara satu amalan dan amalan lainnya yang terkait dengan eksistensi manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia ke akhirat.
Ihram, kata pakar ilmu qiraat itu, adalah bentuk ikatan batin secara ikhlas antara manusia dan Allah dengan berjanji akan memenuhi semua kewajiban dan menjauhi semua larangan-Nya.
Kemudian, talbiyah adalah upaya mengerucutkan hati agar perhatiannya selama perjalanan menuju Baitullah, fokus hanya kepada Allah.
Adapun tawaf, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al-Quran, Cirebon, adalah perjumpaan dengan Allah di Rumah-Nya (Baitullah) dengan terlebih dahulu mencium/mengusap/melambaikan tangan kepada al-Hajar al-Aswad sebagai lambang perjumpaannya dengan Allah.
Baca juga: Puasa Arafah Hapus Dosa Dua Tahun Hingga Naik Derajat
“Di sinilah seorang mengikat lahir dan batinnya kepada Allah, berjanji untuk terus bersama Allah dalam seluruh kehidupannya,” imbuhnya.
Sa’i dari Shafa ke Marwah adalah perjuangan manusia secara maksimal untuk menemukan sumber kehidupan demi masa depannya dan masa depan anak-anaknya. Di sinilah manusia diuji oleh Allah sejauh manakah kualitas keimanannya, tawakkalnya, dan kepasrahannya kepada Allah.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

