Seratus Distra Se-Jabodetabek Ikuti Meet and Great DLJLAZ

Sabtu (18/06) lalu, sekitar seratus orang penyandang disabilitas netra dari Jabodetabek datang dan berkumpul di TQN Center, Aula Masjid Al Mubarok, Rawamangun, Jakarta.

Mereka tampak melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara tartil dari mulutnya. Secara bergantian, para distra ini menyetorkan hafalan al Qur’annya. Mulai dari yang hafal surat-surat pilihan hingga yang sudah hafal 15 juz bahkan hingga 30 juz.

Para penghafal Al Qur’an binaan Yayasan HATAM tengah menghadiri Acara Meet and Greet yang digelar oleh Dapur Leha Jakarta Lembaga Amil Zakat (DLJLAZ) bersama Yayasan Tunanetra Raudhatul Firdaus.

Baca juga: Pentingnya Keseimbangan Zahir-Batin Sesuai Tanbih

Ketua DLJLAZ, Dewi Rahmayanti mengatakan, pandemi dan kesulitan ekonomi tidak menyurutkan para distra untuk terus menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.

100 Disabilitas Netra yang hadir.

“Tak dipungkiri, pandemi telah berhasil menghilangkan jumlah pasien mereka yang mayoritas adalah tukang pijat. Kini, pandemi telah berangsur menghilang; namun pasien yang dulu tak kunjung datang. Semula puluhan pasien berdatangan setiap harinya, kini satu dua pasien pun dalam seminggu belum tentu datang. Hal ini, tentu membuat ekonomi distra terpuruk. Karenanya, DLJLAZ dibantu dengan Hafal Tanpa Menghafalkan atau HATAM dan para donatur menginisiasi untuk menggelar Meet and Greet sebagai kunci menuju solusi distra berdaya,” ujarnya.

Bertajuk “Meet and Greet bersama 100 Disabilitas Netra dan Donatur”, pertemuan ini diharapkan bisa lebih  memberdayakan. Karena menurut Dewi memberi kail jauh lebih baik dari memberi ikan bagi para distra.

Selama ini, tambah Dewi, untuk menutupi kebutuhan harian, para distra beralih profesi menjadi tukang kerupuk dan pengamen jalanan. Namun tantangannya tak mudah mereka lewati, banyak yang kena tipu, dipalak preman, keserempet mobil, dan tak sedikit yang malah kecebur got.

Baca juga: Amalkan Tanbih Seratus Penyandang Disabilitas Ikuti Seminar dan Terima Santunan

Di tengah situasi tersebut, para distra tetap bersyukur, sebab masih ada yang peduli datang dan memberikan bantuan pangan seperti sembako.

Para distra tak ingin mengeluh, mereka tetap berjuang untuk memenuhi kebutuhan di tengah keterbatasan. Mulai dari biaya listrik, sewa rumah kontrakan, gas dan lainnya, tapi tak semua tercukupi. Alhasil, banyak distra yang “dipaksa pindah” karena tidak sanggup lagi membayar uang sewa kontrakan.

Inilah yang membuat DLJLAZ merasa terpanggil untuk mengatasi persoalan ekonomi para distra ini.

“Melalui kegiatan Meet and Greet dan kegiatan lainnya di kemudian hari, walau memang belum dapat menuntaskan semua, namun berbuat sekecil apapun sangat berarti buat para distra,” pungkasnya.

Baca juga: Ifthar Ramadhan Program Kebajikan DLJ-LAZ Terinspirasi Tanbih

Wakil Talqin Pangersa Abah Anom, KH. Wahfiudin Sakam turut memberikan apresiasi terhadap acara kolaboratif tersebut.

“Selamat bekerja dan berjaya, pengurus dan aktifis DLJLAZ serta semua yang terlibat. Semoga menambah berkah bagi kita semua, dan kemakmuran Masjid,” ujar Ketua Penasihat LDTQN Jakarta tersebut.

Artis Cici Paramida ikut hadir meramaikan acara.

Selain penampilan berbagai kesenian dari para distra, acara turut dimeriahkan Cici Paramida dan ceramah agama dari Ustadz H. Abdul Latif pendiri HATAM.

Sebagai informasi, seratus distra yang hadir telah menerima talqin dzikir. Diharapkan ikhwan akhwat TQN Pontren Suryalaya tersebut semakin giat dalam mengamalkan dzikir.

Acara turut didukung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional DPF, BMT Nasuha dan LDTQN DKI Jakarta.

Rekomendasi