Shalat Nishfu Sya’ban: Sunnah yang Dibid’ahkan
Redaksi menurunkan tulisan Ustadz Abdul Latif, SE, MA mengenai dalil-dalilnya
Dari pemaparan di atas nampak bahwa sebagian besar para ulama salaf memandang istimewa malam ini, karenanya mereka mengisinya dengan mempergiat dan memperbanyak ibadah termasuk berdoa, shalat dan membaca al-Qur’an.
Pertanyaan Kedua:
Shalat Nisfu Sya’ban Bid’ah karena tidak pernah dilakukan Rasulullah SAW. Sehingga ibadah mereka tidak sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Nama panjang dari shalat Nisfu Sya’ban adalah SHALAT MUTHLAQ “yang dilakukan pada malam Nishfu Sya’ban”. Untuk memudahkan pengucapan, ulama menyebutnya shalat nishfu Sya’ban.
Karena termasuk jenis shalat Muthlaq, maka boleh dikerjakan kapan saja termasuk malam pertengahan Sya’ban selama dikerjakan tidak pada waktu yang dilarang. Kalau pada malam yang lain boleh melakukan shalat Muthlaq, maka pada malam Nishfu Sya’ban juga boleh.
Membid’ahkan shalat Nishfu Sya’ban sama dengan membid’ahkan shalat Muthlaq yang sunnah.
Apalagi ada hadis yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW menggiatkan Qiyamul Lail pada malam Nishfu Sya’ban. Semakin kuatlah dasar shalat nishfu.
Shalat Nishfu Sya’ban saja Bid’ah, apalagi melakukannya secara berjamaah. Semakin jauh dari Islam. Kalaulah memang bagus mengapa Rasulullah SAW dan sahabat tidak melakukan? Padahal Mereka adalah generasi terbaik.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

